Yanni Dorong Bank Papua Jadi Motor Kemandirian Ekonomi Orang Asli Papua

oleh -34 views
Yanni saat berphoto bersama dengan jajaran direksi Bank Papua pada pertemuan silaturahmi kemarin. (Foto. Istimewa)

Kilaspapua, Jayapura – Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPP Papua), Yanni, mendorong Bank Papua memperluas perannya sebagai motor penggerak ekonomi Orang Asli Papua (OAP), terutama melalui penguatan UMKM, perluasan akses pembiayaan, dan peningkatan literasi keuangan.

Hal itu disampaikan Yanni saat melakukan pertemuan dan silaturahmi dengan jajaran Direksi Bank Papua di Jayapura, Selasa (23/6/2026).

Pertemuan tersebut membahas arah strategis peran Bank Papua dalam mendukung pembangunan ekonomi masyarakat, penguatan sektor UMKM OAP, serta peluang kolaborasi ekonomi baru di Tanah Papua.

Menurut Yanni, Bank Papua memiliki posisi yang sangat strategis karena tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keuangan daerah, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan yang mampu mendorong lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Bank Papua harus menjadi bagian dari strategi besar pembangunan Papua. Perannya tidak cukup hanya sebagai institusi perbankan yang berorientasi pada keuntungan komersial. Bank Papua harus hadir sebagai agen pembangunan yang ikut mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua,” kata Yanni.

Bank Pembangunan untuk Rakyat Papua

Yanni menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi Papua harus diukur dari semakin banyaknya masyarakat yang memperoleh akses terhadap pembiayaan, layanan keuangan, kesempatan berusaha, serta peningkatan pendapatan keluarga.

Menurutnya, dana yang beredar di daerah, termasuk berbagai instrumen fiskal seperti Dana Otonomi Khusus, harus mampu menciptakan aktivitas ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat Orang Asli Papua.

Karena itu, ia mendorong Bank Papua terus memperluas jangkauan layanan hingga ke wilayah pedalaman dan pegunungan melalui penguatan digitalisasi perbankan dan peningkatan literasi keuangan masyarakat.

“Keuangan inklusif harus menjadi gerakan besar di Papua. Masyarakat di kampung-kampung, wilayah pesisir, pedalaman, dan pegunungan harus memiliki akses yang sama terhadap layanan perbankan modern. Pembangunan ekonomi tidak boleh berhenti di pusat-pusat kota,” ujarnya.

Yanni juga memberikan perhatian khusus terhadap penguatan UMKM OAP yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan di Papua.

Ia menilai kemudahan akses pembiayaan melalui program seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun Kredit PAPEDA harus terus diperluas agar semakin banyak pelaku usaha lokal yang dapat berkembang.

Namun menurutnya, dukungan terhadap UMKM tidak cukup berhenti pada penyaluran modal.

“Yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya akses pembiayaan. Pendampingan usaha, pelatihan manajemen, literasi keuangan, hingga akses pasar juga harus diperkuat agar UMKM Orang Asli Papua dapat naik kelas dan menjadi pelaku ekonomi yang tangguh,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Yanni juga menyoroti besarnya peluang ekonomi baru yang dapat dikembangkan di Papua. Sektor perikanan, kelautan, pertanian, perkebunan, kehutanan, dan ekonomi kreatif dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi masa depan. Selain itu, dia mendukung desa wisata serta kerajinan lokal OAP.

Menurutnya, pengembangan sektor-sektor tersebut membutuhkan kolaborasi yang kuat antara Bank Papua, pemerintah daerah, pemerintah pusat, dunia usaha, dan masyarakat.

“Papua membutuhkan lebih banyak terobosan daripada sekadar tambahan anggaran. Kita membutuhkan kolaborasi, inovasi pembiayaan, dan keberanian membuka peluang ekonomi baru yang sesuai dengan potensi daerah masing-masing,” tegasnya.

Yanni juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Papua yang selama ini konsisten mendukung pembangunan daerah dan penguatan ekonomi masyarakat.

“Terima kasih atas dedikasi Bank Papua yang selama ini menjadi urat nadi dan salah satu pilar penting pembangunan sosial ekonomi di Tanah Papua. Kehadiran Bank Papua telah memberikan dampak positif bagi masyarakat dan harus terus diperkuat pada masa mendatang,” ujarnya.

Yanni berharap Bank Papua semakin kuat, semakin terpercaya, dan terus melahirkan inovasi yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

“Bank Papua harus tumbuh bersama rakyat Papua. Ketika masyarakat semakin kuat, UMKM semakin maju, dan Orang Asli Papua semakin berdaya dalam kegiatan ekonomi, saat itulah Bank Papua menjalankan peran terbaiknya sebagai bank pembangunan,” tegas Yanni.(Rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *