Laga PSBS Kontra Persewar Berakhir Ricuh

oleh -5.988 views
Situasi kericuhan di dilapangan Cenrawasi usai laga pertandingan.(Foto. Rich)

Kilaspapua, Biak -Laga Kompetisi Liga 2 Wilayah Timur yang mempertemukan derby Papua PSBS Biak selaku tuan rumah melawan Persewar Waropen, berakhir dengan ricuh.  Skor berakhir dengan hasil imbang tanpa gol. Namun PSBS sudah bermain dengan 10 orang sejak awal Babak ke-2, setelah Patrison Rumere mendapat kartu merah, dari akumulasi kartu kuning keduanya.

Pelatih Persewar Coach Eduard Ivakdalam sangat menyayangkan ada insiden pemukulan yang terjadi diakhir laga. Korbannya adalah Kapten Tim Persewar Elvis Harewan.

Usai laga berlangsung dalam konfrensi pers, Eduard Ivakdalam mengaku laga Derby Papua memang cukup keras namun tidak harus dilandasi dengan kekerasan.

“Kita harusnya bisa jadi barometer sepakbola di Indonesia. Harus ada tim dari Papua yang lolos ke liga 1, PSBS dari awal pertandingan sudah bermain bukan keras lagi tapi cenderung kasar. Ini yang akhirnya kita tidak menyuguhkan hiburan yang terbaik untuk masyarakat di Biak,” ungkap Coach Eduard Ivakdalam.

Dengan adanya derby Papua kata Coach Edu kita harusnya menampilkan permainan yang indah. Bukan malah sebaliknya. Terlebih setelah insiden kartu merah dan sejumlah kartu kuning yang diterima oleh pemain PSBS Biak.

“Kita sama-sama anak-anak Papua dan memiliki pekerjaan sebagai pemain professional di bidang sepakbola, tapi hari ini insiden ini sangat mencederai kita semua. Wasit juga kita kecewa dengan Tindakan tidak tegasnya, karena jika sudah ada insiden pemain melakukan pemukulan tidak ada lagi itu sudah harus kartu merah, tidak hanya dipukul, tapi diinjak,” jelas Eduard kecewa.

Sementara Kapten tim Persewar Waropen Elvis Harewan mengatakan pertandingan tersebut tensinya cukup tinggi. Bahkan dimenit-menit awal sudah ada niat dari sejumlah pemain untuk mencederai salah satu pemain Persewar.

“Saya tadi tidak bikin salah tapi saya dipukul dan justru saya juga dapat kartu kuning. Saya harap media melihat ini juga. Tidak hanya di lapangan tapi usai pertandingan juga saya dipukul dan saya jatuh. Sehingga pemain yang bersangkutan bisa dikenakan sanksi yang tegas dan keras,” kesal Elvis.

Elvis mengaku yang melakukan pemukulan saat usai pertandingan adalah justru pemain dari PSBS Biak yang terkena kartu merah di awal babak kedua yakni Patrison Rumere. Dia justru berharap meskipun di dalam lapangan adalah lawan, namun diluar lapangan sportivitas sebagai pesepakbola professional harus dijaga dan dihargai. Tidak melakukan aksi tidak terpuji yang justru melukai saudara sendiri.

Akibat dari insiden itu, Elvis mengaku mendapatkan bogem mentah dari kepala bagian belakang, dan akan segera melakukan visum untuk kemudian melaporkan kejadian ini kepada pihak komite disiplin maupun pihak yang berwenang lainnya. (Rich)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *