Penemuan sosok mayat perempuan di Waropen, Polisi tidak temukan tanda kekerasan

oleh -925 views
Satreskrim Polres Waropen saat melakukan olah TKP.(Foto. Humas Polres Waropen)

Kilaspapua, Waropen – Penemuan sosok mayat perempuan di salah satu pondok di lokasi Wisata Ausiwerini kampung Sanggei yang menggegerkan warga Waropen tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

Mayat berjenis kelamin perempuan tersebut bernama Grache Rahel Kandai, berumur 38 Tahun, dan beralamat di Kampung Sanggei, Distrik Urei Faisei, Kabupaten Waropen. Mayatnya ditemukan sekitar pukul 05.00 WIT oleh dua orang pejalan kaki saat melakukan olahraga di sekitar lokasi penemuan, kuat dugaan, penyebab kematiannya disebabkan penyakit bawaan.

Hal itu disampaikan Kapolres Waropen AKBP Naharuddin,S.Sos., melalui Kasubsi Penmas Bripka. Dian Nova Wiranto, S.H., mengatakan dari hasil Visum bahwa sosok mayat tersebut tidak ditemukan Tanda-tanda kekerasan yang mengarah pembunuhan.

“Penemuan mayat berjenis kelamin perempuan pada Hari Kamis Tanggal 30 Juni 2022 sekitar Pukul. 05.30 Wit, oleh 2 orang Saksi yang sedang jalan pagi di Lokasi Pariwisata Ausiwerini, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” Kata Dian Nova,  Kamis (30/6/2022)

Dijelaskan, setelah mendapat laporan atas temuan mayat tersebut, pihak kepolisian melalui satuan Reskrim Polres Waropen langsung melakukan oleh tempat kejadian, mayat kemudian di bawa ke rumah sakit setempat untuk dilakukan visum et repertum.

Dari hasil pemeriksaan pihak rumah sakit, kondisi mayat tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan fisik, sehingga kuat dugaan korban meninggal akibat penyakit bawaan yang dialami.

“Bahwa berdasarkan hasil olah TKP dan diperkuat dengan keterangan sementara dari Dokter pemeriksa dokter, korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada bagian tubuh (berdasarkan visum luar mayat). Diduga korban mengidap riwayat penyakit bawaan,” jelasnya.

Setelah dilakukan penanganan oleh pihak kepolisian, jenazah selanjutnya di bawa ke kampung Wabori,Distrik Risei sayati, berdasarkan keterangan kepolisian dan hasil visum, keluarga pun menerima penyebab kematian korban. (Rich)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *