Sesosok Mayat ditemukan Mengambang di Kali Teri Sanggei

oleh -1.836 views

Kilaspapua, Waropen – Sesosok Mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan mengambang di kali Teri Sanggei, Kampung Sanggei Distrik Urfas Waropen, Sabtu, (29/10/2022).

Penemuan mayat ini sekitar pukul 13.11 Wit, oleh salah seorang warga bernama Luis Wambrau yang sedang mencari ikan di sekitaran kali sanggei. Dia melihat adanya sesosok Mayat tampa busana sedang mengapung, tersangkut di tumpukan bambu dan sampah di pinggiran kali teri sanggei.

Melihat temuannya itu, sontak warga tersebut langsung kembali ke kampung untuk memberitahukan kepada Warga.

“Setelah melihat Mayat itu Saksi langsung kembali ke Kampung Sanggei (Urfas I) lalu memberitahukan kepada masyarakat dan selanjutnya melaporkan ke pihak kepolisian Resor Waropen,” ungkap Kapolres Waropen AKBP Naharuddin melalui Paur Humas Bripka Dian Nova Wiranto.

Atas informasi tersebut Polres Waropen melalui Sat Reskrim langsung menuju lokasi penemuan untuk melakukan evakuasi dan selanjutnya membawa korban ke Puskesmas Urfas.

Diketahui korban yang bernama Roberth Rumi umur 29 Tahun merupakan warga Kampung Urfas 1 distrik Urei Faisei Kab. Waropen, sedang menderita sakit malaria tropika +2 dan sakit lambung kurang lebih 1 bulan yang tidak sembuh-sembuh sehingga korban merasa depresi.

Diungkapkan, sebelum korban di temukan di kali teri sanggei, pada hari jumat tanggal 28 Oktober 2022 pukul 02.00 Wit dini hari, korban sempat menelepon Kakak Laki-laki nya untuk mengecek keadaan keluarganya sembari memberitahukan bahwa kondisi kesehatannya sudah baikan.

Akan tetapi, pada pukul 05.30 Wit salah seorang keluarganya yang ingin memberinya makan bubur tidak mendapati Robert Rumi didalam rumah bahkan dicari-cari selama 1X 24 jam oleh keluarga tidak dapat menemukannya.

Barulah setalah mendengar kabar penemuan ini, keluarga langsung menuju kali teri sanggei dan mamastikan bahwa sosok mayat tersebut adalah Robert Rumi yang sebelumnya mengalami sakit.

“Berdasarkan keterangan dari keluarga Korban bahwa kurang lebih 1 bulan mengalami penyakit Malaria dan sakit lambung, namun korban menolak untuk berobat nginap dirumah sakit dan hanya berobat di Dokter praktek,” ungkap Nova.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Waropen Iptu Zakaruddin ketika ditanyai terkait kasus penemuan mayat tersebut mengatakan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kasus meninggalnya diduga akibat riwayat penyakit yang diderita korban.

“Bahwa berdasarkan hasil olah TKP dan diperkuat dengan keterangan dari Dokter pemeriksa (melalui visum luar), korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada bagian tubuh,” Kata Zakaruddin.

Lanjut disampaikan bahwa, degan kondisi tersebut keluarga korban pun telah menerima dengan iklas. (Rich)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *