Jenazah Pasutri, Korban pembunuhan OTK diberangkatkan ke Surabaya  

oleh -113 views
Upacara pelepasan jenazah pasutri, Korban pembunuhan OTK di Yalimo yang dipimpin oleh Danrem 172PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan .(Foto. Pendam XVII/Cenderawasih)

Kilaspapua, Jayapura- Kedua jenazah pasangan suami istri, (Pasutri) korban kebiadapan OTK (Orang Tak Dikenal) telah diberangkatkan ke Surabaya dengan menggunakan pesawat Citilink QG 352 connecting pesawat Citi Link QG 235 dari Bandara Sentani pada pukul 14.47 WIT.

Demikian disampaikan oleh Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan di Jayapura, Provinsi Papua, Jumat (1/4/2022).

“Upacara pelepasan jenazah alm. Sertu Eka Andriyanto Hasugian beserta istri almh. Sri Lestari Indah Putri dilaksanakan di kantor Air Nav Indonesia, Bandara Sentani dipimpin oleh Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan pada pukul 11.00 WIT, ” ujar Wakapendam.

Sebagaimana diketahui, alm. Sertu Eka Andriyanto Babinsa Kp. Meagaima Ramil 1702-05/Kurulu Kodim 1702/JWY beserta istrinya almh. Sri Lestari Indah Putri, Amd. Keb. yang bekerja sebagai PNS di Puskesmas Kab. Yalimo merupakan korban aksi kebiadapan yang dilakukan OTK (Orang Tak Dikenal) di jln. Trans Elelim-Wamena Kabupaten Yalimo pada Kamis kemarin (31/3/2022).

Sebelum diberangkatkan ke Bandara Sentani, kedua jenazah terlebih dahulu disemayamkan di  Aula Yonif RK 751/VJS Kelurahan Hinekombe Distrik Sentani, Jayapura.

Para pelayat yang turut hadir para Tenaga Kesehatan (Nakes), bahkan membentangkan spanduk yang bertuliskan “Terlalu Sadis dan Biadab tindakan kalian merenggut nyawa Pahlawan Kemanusiaan,  Selamat Jalan Saudaraku, Kami Bidan Ranting Puskesmas Sentani Turut berduka cita” – “Kami Minta Keadilan dan Perlindungan dari pemerintah untuk  Tenaga Kesehatan” – Talenta Kami adalah menolong Nyawa Sesama bukan Kami yang Mau Jadi Korban, Selamat Jalan Sahabat, Kami Bidan Klinik AHBS Papua turut merasakan duka yang mendalam” – Seluruh anggota IBI (Ikatan Bidan Indonesia) Papua turut sepenanggungan atas Wafatnya Sejawat , Bidan Sri Lestari Indah Putri Amd,Keb “Selamat Jalan Pahlawanku” diiringi pembacaan puisi oleh Ibu Mida Sitorus (Bikor Puskesmas Distrik Waibu Kabupaten Jayapura. Kemudian dilanjutkan oleh Ibu Yanis Ohee (Ketua IBI Kabupaten Jayapura) menyampaikan bahwa

” Kami ingin dijaga, jangan sampai kami para bidan tidak berada di pedalaman untuk masyarakat yang berada di pelosok, namun kami selalu menjadi korban. Kami yang membantu kelahiran mama-mama Papua agar selamat dan mempunyai putra-putri Papua, tapi apa, apa yang terjadi kami selalu menjadi korban kebiadapan yang tidak berprikemanusiaan, ” ucapnya.

Lebih lanjut disampaikan, Hasugian (Dosen Fakultas Cenderawasih) yang merupakan keluarga korban bahwa merasa menyakitkan,  atas kedukaan dan menjadi kesedihan yang mendalam.

“Adik kami yang dibunuh oleh orang yang tidak berprikemanusiaan, kita berduka atas terbunuhnya orang orang yang sedang bertugas. Kepada Saudaraku, Selamat jalan, Tuhan menyambutmu di Surga, dan anak anakmu akan kami jaga,” ungkap Hasugian.

Di tempat yang sama, Ibu Muhabalin (Perwakilan IBI Kota Jayapura) mengungkapkan ingin Pemerintah melihat kejadian tersebut dan ingin tidak ada lagi korban.

“Kami hanya ingin membantu masyarakat untuk selalu sehat dan bisa dibantu apabila ada yang sakit,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *