Acara makan mie sagu raih rekor Muri

oleh -785 views
Mie sagu yang telah diproses menjadi makanan mie sagu goreng.( Google)

Kilaspapua, Jayapura- Acara makan mie sagu yang berjumlah 2.500 mangkok diselenggarakan oleh dinas tanaman dan Hortikultura,(TPH) Provinsi Papua yang dikemas pada pekan sagu Nusantara di Kantor Gubernur Papua, Selasa (20/10/2020) berhasil memperoleh rekor Muri.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw mewakili Gubernur Papua Lukas Enembe saat membuka pekan sagu Nusantara I tersebut mengajak masyarakat Papua mewujudkan pangan lokal menjadi ketahan pangan nasional.

“Presiden menginstruksikan untuk membangkitkan pangan lokal menjadi andalan untuk ketahanan pangan nasional. Salah satunya yang kita lakukan dalam pekan sagu nasional pertama ini adalah sagu dan akan menjadi perhatian serius pemerintah secara nasional,” Terangnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemprov Papua menghimbau kabupaten/kota untuk terus meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan Pemprov untuk bersama-sama sagu sebagai pangan lokal.

“Apapun acaranya makanannya harus sagu menjadi andalan kita,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Papua Semuel Siriwa mengajak warga Papua menjadikan sagu sebagai pangan lokal.

“Kita berharap dengan pekan sagu nusantara ini kita di Papua khususnya mari kita budayakan pangan lokal dengan bahan baku sagu dalam bentuk apapun seperti Papeda dan kulinier sagu lain,” Katanya.

Menurutnya, pekan sagu nusantara ini, sagu Papua dapat dimanfaatkan dengan sebagai pangan lokal dengan demikian ketergantungan terhadap beras akan berkurang.

“Konsumsi pangan lokal seperti sagu ini harus dimulai dari rumah tangga,” imbuhnya.
Maka dari itulah, Ia mengajak dimasa pandemi Covid-19 ini, masyarakat sadar akan keterangantungan pangan dari luar Papua.

“Jadi kita harapkan ada kesadaran masyarakat di masa pandemi Covid-19, sebenarnya ini pelajaran besar yang kita harus tahu, kita harus berpikir bahwa jika kedepan tidak ada pasokan pangan dari luar apakah yang ada secara lokal ini bisa hidup,” ujarnya.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *