Tersangka meninggal dunia, Kejati Papua SP-3 kan kasus penyalahgunaan dana pelunasan nasabah di PT. Pegadaian Cabang Nabire

oleh -232 views
Kajati Papua didampingi Aspidsus dan Asintel Kejati Papua saat mengungkapkan,kasus dugaan korupsi di PT. Pegadaian Cabang Nabire tahun 2020 dihentikan atau di SP-3 kan, Selasa (26/4/2022).

Kilaspapua, Jayapura- Penyidikan kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana pelunasan nasabah senilai Rp 2,4 Milliar lebih di PT. Pegadaian Kantor Cabang Nabire dihentikan atau di SP-3 kan oleh Pihak Kejaksaan Tinggi,(Kejati) Papua. Hal itu dilakukan, setelah tersangka, MS selaku Pimpinan PT. Pegadaian Cabang Nabire tahun 2020 meninggal dunia pada tanggal 3 April 2022 di RSUD Nabire.

Kajati Papua, Nikolaus Kondomo, SH,MH didampingi Aspidsus Kejati Papua, Irwanuddin Tadjuddin, SH,MH dan Asintel Kejati Papua, Erwin Purba, SH,MH pada Press Conference diaula Kejati Papua mengatakan, Sebelumnya MS sebagai Pimpinan PT. Pegadaian Cabang Nabire tahun 2020 telah ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 1 April 2022. Hal itu diperoleh dari 2 alat bukti yang cukup berupa keterangan saksi dan surat.

“ Penyidik telah memeriksa 8 orang saksi terdiri dari karyawan pegadaian Nabire, Tim SPI ( Satuan Pengawas Intern) wilayah Sorong dan terlapor,” katanya, Selasa (26/4/2022).

Terkait untuk kasus ini, Kajati mengungkapkan, penggantinya aset milik tersangka telah disita berupa 3 buah sertifikat tanah. Sejumlah aset yang disita tersebut, akan dilimpahkan kepada Jaksa Pengacara Negara di Kejari Nabire untuk penyelesaian lebih lanjut.

“ Termasuk juga diserahkan kepada pihak Pegadaian Nabire sebagai intansi yang dirugikan untuk dilakukan gugatan perdata terhadap ahli warisnya,( Vide Pasal 33 UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” ungkapnya.

Kajati menambahkan, kasus ini mencuat lantaran tersangka yang sebagai Pimpinan PT. Pegadaian Cabang Nabire tahun 2020 telah melakukan proses tahan pelunasan yaitu, menerima uang dari nasabah yang melunasi kredit tetapi tidak menginput transaksi pelunasan pada system aplikasi passion. Dari hasil rekapitulasi Investigasi Tim SPI wilayah Sorong kerugian senilai Rp 2.453.796.475 ,” tambah Kajati.( Redaksi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *