Dalam menjaga perekonomian Papua, Bank Indonesia Provinsi Papua yang meliputi 4 wilayah kerja yakni, Provinsi Papua, Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah dan Provinsi Papua Pegunungan secara konsisten menjaga kelancaran sistem pembayaran terutama pendistribusian uang layak edar diseluruh daerah 3 T .
Hal ini sesuai slogan CBP ( Cinta, Bangga, dan Paham) rupiah yang selalu digaungkan BI Papua sebagai bukti kecintaan terhadap tanah air.

Maka itulah, menjaga kualitas rupiah agar tetap edar di masyarakat dengan selalu menerapkan 5 J yakni, jangan dilipat, jangan diremas, jangan dicoret , jangan dibasahi, jangan distapler.
BI Papua lewat layanan kas keliling menjadikan, salah satu upaya untuk mempermudah masyarakat melakukan penukaran uang secara aman, tertib dan lancar.
Kas keliling 3 T ( Tertinggal, Terdepan dan Terluar )
Sebagaimana di lansir dari Ig BI Papua, BI Papua lewat layanan kas keliling telah melakukan peredaran uang rupiah ke daerah 3 T yakni, kabupaten Paniai, Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah dari tanggal 26 – 31 Maret 2026.
Dimana, melayani masyarakat disana dengan cara menarik uang yang tidak layak edar di 3 Kabupaten Enarotali, Paniai, Deiyai, Waghete serta Dogiyai di Moenamani di Provinsi Papua Tengah.
Hal serupa juga dilakukan di Kabupaten Mamberamo Raya. Dimana, masyarakat menyambut antusias penukaran uang lusuh, tak layak pakai atau nomor seri hilang.
Harapannya hal seperti ini dilakukan rutin dan berkelanjutan sehingga uang yang tidak layak edar di 3 Kabupaten bisa ditarik sehingga uang yang beredar menjadi uang layak edar.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Warsono saat diwawancara mengatakan, BI Papua menjaga agar uang rupiah yang ada di masyarakat layak edar.
“ Itu yang kita lakukan secara intens ,” katanya disela-sela gala dinner kegiatan capacity Building wartawan di hotel Sunni Sentani, Jumat (3/7/2026).
Menurutnya, BI Papua melakukan 2 cara dalam mengedar uang rupiah ke daerah 3 T lewat kas titipan dan itu tersebar di 7 kas titipan. Melalui kas titipan dimasing-masing daerah yang akan membantu mengedarkan uang didaerah tersebut termasuk juga untuk daerah terpencil.
“ BI Papua juga melakukan kas keliling luar kota dan itu rutin dilakukan menjangkau daerah Asmat, Oksibil hingga daerah 3 T lainnya ,” ucapnya. (Redaksi)




