Upaya Pemkab Jayapura Perkuat Stabilisasi Harga Komoditi Hingga Inflasi Terjaga

oleh -130 views
Pangan murah yang telah digelar Pemkab Jayapura menghadirkan berbagai komoditi, salah satunya telur yang menjadi buruan para ibu rumah tangga.

Untuk memperkuat langkah stabilisasi harga, Pemerintah Kabupaten,(Pemkab) Jayapura lewat dinas ketahanan pangan telah melakukan beberapa upaya. Upaya dimaksud kerjasama dengan distributor dan menggelar pangan murah dibeberapa titik.

Pada operasi pasar dan gerai harga stabil, sepanjang tahun 2025 Pemerintah Kabupaten Jayapura telah melaksanakan 18 kali operasi pasar murah dititik rawan inflasi dengan harga subsidi.

Subsidi diberikan tergantung pada beberapa item komoditi, ada 5.000 hingga10.000, contohnya telur, ayam dan lainnya termasuk kearifan lokal berupa kue sagu, kerajinan tangan, kue berbahan lokal serta ikan gabus.

Kerjasama dengan bulog dan BUMD juga dijalankan melalui “ Gerai harga stabil “ yang menjual 10 komoditas pokok di bawah harga eceran tertinggi.

Gerobak keliling menjadi daya tarik ibu rumah tangga dengan harga terjangkau.

Kepala dinas ketahanan pangan Kabupaten Jayapura, Elvina Situmorang mengatakan, upaya lainnya optimalisasi cadangan pangan di dinas ketahanan pangan dalam bentuk beras. Ini khusus cadangan pangan di Kabupaten Jayapura.

“ Peruntukannya untuk bencana dan bantuan kemiskinan hingga stunting ,” katanya kepada media ini, Jumat (10/7/2026).

Selain itu, Pemkab Jayapura juga gencar melakukan sidak pasar dibeberapa tempat yang tersedia di pasar contoh, pasar Phraa Sentani, toko retail di daerah depapre hingga Nimbokrang termasuk di daerah Yapsi.

Sidak dilakukan, untuk memantau harga-harga beberapa komoditi guna diketahui perbandingan antara wilayah pembangunan I, II,III dan IV

Inflasi terjaga

Inflasi yang terjadi diseluruh daerah di Indonesia juga dirasakan diwilayah Kabupaten Jayapura terutama pada komoditi cabai.

Menurut, Elvina, rata-rata yang naik komoditi cabai rawit di harga Rp 130.000 tetapi saat sekarang ini turun menjadi harga Rp 90.000 begitu juga cabai padang mengalami penurunan harga.

Dalam hal mengendalikan inflasi, Pemerintah kabupaten Jayapura meningkatkan peranan dari semua sector baik perdagangan, perindustrian, pertanian dan perkebunan.

Ini dilakukan supaya daya beli masyarakat terjangkau. Makanya berbagai upaya telah dilakukan meliputi pasar murah dan upaya lain yang dilakukan pemerintah Kabupaten Jayapura.

Disamping itu, Pemerintah Kabupaten Jayapura memberikan penguatan produksi lokal. Dengan menyalurkan bantuan 3.500 ekor ayam petelur, pakan dan kadang kepada kelompok tani di doyo, Nimbokrang, dan Sentani. Targetnya, swasembada telur 60 % pada akhir 2026 agar harga tidak tergantung dari luar.

Selain itu, juga dilakukan kelancaran distribusi dan infrastruktur melalui perbaikan jalan tani menuju sentra produksi, subdisi ongkos angkut untuk komoditas strategis.

Makanya, mempertahankan keadaan ini, Pemerintah Kabupaten Jayapura mengajak seluruh pelaku UMKM, pedagang dan masyarakat bersama-sama menjaga stabilisasi harga dengan selalu mendukung produk lokal produksi para petani ,”tutupnya. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *