BPBD Waropen gelar  sosialisasi dan mitigasi tanggap darurat abrasi pantai

oleh -136 views
Penyematan tanda pengenal peserta oleh Pj Sekda Waropen Jaelani, AP, M.Si.(Foto. Rich)

Kilaspapua, Waropen – Sebagai langkah penanggulangan bencana serta meminimalisir terjadinya abrasi pantai di pesisir pantai Waropen, BPBD Kabupaten Waropen melaksanakan sosialisasi dan mitigasi tanggap darurat abrasi pantai. di ikuti 60 peserta dari 6 kampung terdampak abrasi, Senin (23/5/2022) bertempat di gedung pertemuan Pemda Waropen di Nonomi.

Kegiatan sosialisasi di buka langsung oleh Bupati Waropen Yermias Bisai,SH melalui Pj. Sekda Jaelani, AP, M.Si dihadiri para pimpinan OPD dan kepala Distrik Waropen Bawah dan Urfas.

Pj. Sekda Jaelani mengatakan, bencana abrasi di Waropen sudah tidak asing lagi, kondisi bencana tersebut terus melanda pesisir pantai Waropen hampir setiap tahunnya. Maka sosialisasi pencegahan dan penanggulangan sangat penting disampaikan kepada masyarakat pesisir pantai.

Dia mengatakan, penanggulangan bencana ini bukan hanya tanggungjawab pemerintah semata, tapi juga menjadi tanggungjawab semua terutama masyarakat, begitupun peran dari kepala kampung untuk mengatur warganya jangan sampai abrasi ini bisa menimbulkan korban jiwa.

“Untuk itu kita harus siap, jangan nanti ada abrasi baru kita bergerak, tapi sebelum abrasi itu terjadi kita sudah harus siap dan mencari solusi untuk mengantisipasinya,” kata Penjabat Sekda Waropen Jaelani.

Pj Sekda Jaelani mengemukakan bahwa, pengambilan meterial dari pesisir pantai menjadi ancaman serius mempercepat terjadinya abrasi, maka untuk itu perlu dilakukan penertiban melalui peraturan kampung.

Sementara itu, kepala Kepala BPBD Waropen Lamek Sawaki menyampai akibat perubahan iklim global setiap bulan januari sampai maret dan Agustus sampai oktober, Kabupaten Waropen sering terjadi abrasi akibat gelombang angin yang melanda pesisir pantai kampung sanggei sampai dengan kampung batu zaman, selain kondisi itu bencana banjir juga dialami beberapa kampung di wilayah distrik Masirei dan Oudate.

Untuk mengatasi kondisi tersebut BPBD Waropen telah melakukan kunjungan kesemua titik rawan bencana guna mensosialisasikan tanggap bencana serta  memberikan bantuan kepada korban bencana baik berupa sembako maupun berupa perumahan.

Disebutkan, untuk mengatasi abrasi langkah yang di lakukan pemerintah saat ini adalah, rencana pembangunan Talud pemecah gelombang.

“sesuai dengan petunjuk bapak Bupati bahwa untuk mengatasi abrasi ini akan dikucurkan dana sebesar 10 milyar, untuk pembuatan talud dari kampung sanggei sampai sarafambai,” tutupnya. (Rich)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *