PLTD sudah dioperasikan namun penyaluran aliran listrik ke masyarakat belum maksimal, Ini kata Manager PLN Waropen

oleh -76 views
Manager PLN ULP Waropen Max Samuel Iguge.(Foto. Dok. Kilaspapua.com)

Kilaspapua, Waropen – Setelah Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) resmi di operasikan untuk Distrik Wapoga dan Inggerus pada tanggal 11 Nopember kemarin ternyata penyaluran aliran listrik ke masyarakat belum sepenuhnya maksimal.

Menurut Manager PLN ULP Waropen Max Samuel Iguge saat dikonfirmasi media ini mengungkapkan, hal tersebut di sebabkan lantaran kondisi jaringan yang sudah terpasang masih dilakukan pembersihan dari tanaman yang merambat ke jaringan kabel.

“Jaringan masih kotor jadi kita bersama masyarakat bersikan dulu dari akar-akar rumput yang menjalar ke jaringan, sehingga beberapa tempat belum menyala termasuk daerah Inggerus,”  ungkap dia saat dihubungi melalui teleponnya, Sabtu (13/11/2021).

Lanjutnya, hal yang sama juga terjadi untuk daerah Wapoga yang juga belum dapat teraliri semua meskipun seluruh jaringan sudah terpasang, selain terhambat jaringan yang kotor pihaknya saat ini tengah melakukan pemasangan meteran dan instalasi ke rumah-rumah Warga.

“Pihak kontraktor ada pemasangan meter dirumah-rumah dan instalasi untuk selanjutnya kita seting,” katanya.

Masih katanya, apabila seluruh jaringan sudah bersih keadaan suplai Listrik sudah dapat di optimalkan sesuai jam pengoperasian dimana untuk daerah Wapoga dan Ingerus akan beroperasi selama 12 Jam setiap harinya.

Untuk kepastian pembangkit listrik di kedua Distrik tersebut pihak PLN telah menyiapkan 3 Unit mesin pembangkit dengan kapasitas 500 Mega Watt, sedangkan untuk pasokan BBM sendiri diperkirakan akan membutuhkan sebanyak 10 ton per 2 pekan jam operasi.

“ Aliran listrik di kedua daerah itu akan berjalan dengan normal dipastikan bulan Desember mendatang, karena saat ini pihaknya terus berupaya mempercepat melakukan pembersihan jaringan, “tutupnya. (Rich)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *