Polisi Wanita Orang Asli Papua Ini menjadi guru bagi anak-anak dimasa Covid

oleh -292 views
Bripka Wilhelma Kurut saat memberikan pembelajaran menggambar kepada anak-anak.(Foto. Ist)

Kategori : POLISI PI AJAR ( Bripka Wilhelma Kurut) Bag- 1

Siapa bilang Polisi tak bisa mengajar, meskipun tidak sempurna seperti guru pada umumnya namun, berbagi ilmu dan pengetahuan yang dimiliki terlebih kepada anak-anak generasi bangsa, kita bisa dikatakan berbakti bagi bangsa dan Negara. Itulah yang saat ini dilakukan Polisi yang satu ini. Walaupun sebagai Polisi wanita,(Polwan) namun dia mampu menjalankan profesi sebagai guru, apalagi seorang perempuan asli Papua,(OAP), Siapa dia.

Oleh Tumbur Gultom/ KILASPAPUA.COM/ Polisi Pi Ajar

Menjadi guru, bisa dikatakan susah-susah mudah, apalagi bila itu dilakukan oleh aparat keamanan, yang seharusnya lebih fokus menjalankan tugas sebagai pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat.

Bripka Wilhelma Kurut yang tampil sebagai guru bermula saat dia bergabung dalam kelompok belajar Clycloop pintar Polres Jayapura pada awal bulan Mei tahun 2020.

Wilhelma Kurut yang akrab dipanggil Helen menyebutkan, kelompok belajar Cyloop pintar Polres Jayapura terbentuk dimasa awal Covid. Dimana, saat itu saya melihat banyak anak-anak dijadikan objek dari tindak pidana anak, istilahnya dipekerjakan. Beranjak atas itulah, saya berniat lebih dekat dengan anak-anak. Awalnya, saya bersama teman-teman mendatangi anak-anak dan saya masih ingat, tempat pertama yang kami datangi adalah Kampung Ifar Besar, yang kebetulan dipinggir danau Sentani.

Pada saat melihat kami, anak-anak sangat senang sekali. Anak-anak bermain keriangan bersama-sama. Bersamaan dengan itu, saya mengajar dan menanamkan cinta tanah air Indonesia bagi mereka. Awalnya, kami sebatas biasa saja seperti, tatap muka, mewarnai dan menggambar,” tuturnya, (11/2/2021).

Proses belajar yang dilakukan secara daring dimasa pandemi membuat anak-anak dikala itu tak bisa bersekolah. Mendengar itu, saya berkonsultasi dengan Kapolres Jayapura lalu kemudian ditindak lanjuti dengan MoU dengan Balai Pendidikan Anak Usia Dini dan Dikmas Papua yang langsung dibawah Kementerian Pendidikan RI. Setelah itu kami mulai lebih inten mengunjungi anak-anak yang ada dikampung-kampung. Anak-anak merasa senang dan gembira ketika kami datangi, apalagi kami datang dengan membawa permainan, tentunya menambah semangat bagi anak-anak. Jujur, anak-anak senang sekali pada saat melihat kami, apalagi saat itu anak-anak tidak bisa sekolah karena Covid namun kami hadir memberikan keceriaan bagi mereka, bermain dan belajar itulah yang saya lakukan dari awal Covid hingga sekarang,” katanya.{**}

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *