Hadiah PON Papua, 2 Simpatisan KSTP menyerahkan diri Ke TNI

oleh -932 views
Danrem 173/ PBV saat mengecek kondisi Senjata Api Non Organik yang diserahkan dua orang kelompok separatis Teroris Papua dari wilayah kabupaten Kepulauan Yapen. (Foto. Rich)

Kilaspapua, Yapen- Penyelenggaraan PON XX di Provinsi Papua ternyata membawa simpatik dari kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP). Dua orang simpatisan Kelompok Pimpinan Fernando Warobai dari distrik Angkaisera dan Distrik Teluk Ampimoi Kabupaten kepulauan Yapen menyerahkan diri kepada aparat TNI di Kodim 1709 Yawa, dan diterima langsung Danrem 173/PVB, Brigjen TNI Iwan Setiawan, SE, MM dan Dandim 1709/Yawa, Letkol Inf. Leon Pangaribuan, SH. Rabu(13/10/2021).

Kembalinya,  EM dan EJ ke NKRI  ikut dibarengi dengan penyerahan senjata api Laras panjang non organik sebanyak 4 pucuk dan 2 pucuk senjata Laras pendek non organik dengan amunisi sebanyak 97 butir berbagai kaliber, selain itu atribut seperti bendera bintang kejora dan beberapa dokumen organisasi Papua Merdeka.

Dalam keterangan, Danrem Iwan Setiawan mangungkapkan, dua simpatisan yang menyerahkan Senjata api tersebut tergerak setelah melihat keseriusan pemerintah Indonesia membangun Papua ditambah terlaksananya PON yang sangat megah yang dibuka langsung  oleh presiden Jokowidodo serta  dihadiri oleh para pejabat tinggi Negara termasuk Para Gubernur dari perbagai Provinsi begitu juga tamu manca negara.

“Sebenarnya mereka sudah begitu lama menyimpan senjata beserta amunisi ini, karena mereka itu beranggapan Papua akan merdeka. namun, setelah melihat pembangunan dan penyelenggaraan PON di Papua mereka yakin inilah yang benar bahwa Papua sebenarnya dibawah bingkai NKRI,” kata Jendral Iwan Setiawan.

Selain itu, penyerahan diri kedua simpatisan itu ingin juga mendapatkan kehidupan yang tenang tanpa di kejar-kejar oleh aparat keamanan.

“Dengan mereka meyerahkan diri bersama barang bukti, mereka tidak merasa was-was lagi dan tidak dikejar-kejar aparat,” ujarnya.

Danrem juga mengatakan, penyerahan diri kedua simpatisan ini merupakan upaya komunikasi yang baik dari jajaran Kodim 1709 Yawa bersama semua pihak.

“Ini adalah keberhasilan dan terobosan yang mengedepankan komunikasi dan sinergitas antara aparat TNI-POLRI bersama Komunitas intelijen yang ada di Yapen sehingga penyerahan diri meraka tanpa adanya letusan,” cetus Danrem Iwan.

Dikesempatan itu , Danrem Iwan Setiawan meminta kepada  Pimpinan  TPN/OPM Wilayah Saireri Fernando Worabai bersama para pengikutnya yang masih berseberangan dengan NKRI untuk segera kembali ke pangkuan ibu Pertiwi.

“Kami terbuka untuk saudara kami fernando Worabai meskipun berbeda pendapat maupun idiologi kami himbau kembali ke NKRI dan kita ciptakan suasana yang kondusif demi masa depan anak-anak,” harapnya.

Dandim 1709/Yawa Letkol Leon Pangaribuan menuturkan bahwa, kedua simpatisan yang menyerahkan diri ke TNI meminta supaya tidak diekspose agar tidak menjadi sorotan dan sasaran dari kelompok separatis lainnya, sehingga pada saat konferensi pers yang dilakukan pihak TNI tidak di hadirkan di depan publik.

Sementara itu ditempat terpisah, salah seorang simpatisan ketika di temui oleh awak media yang tidak berkenan menyebutkan identitasnya mengaku perjuangannya bersama organisasi Papua Merdeka sudah sejak tahun 2000 silam, akan tetapi setelah melihat perkembangan, dirinya merasa ditipu dan dibohongi oleh para petinggi di organisasi yang bertentangan dengan NKRI itu.

“Saya sudah sejak tahun 2000 berjuang mulai dari kabupaten Keerom sampai akhirnya tiba di Yapen, tetapi selama ini kami hanya dibodohi dengan iming-iming akan merdeka, padahal saat ini kami melihat pak Jokowi betul-betul membangun Papua bahkan dengan dilaksanakan PON di Papua dan itu yang membuat kami bangga,”pungkasnya. (Rich)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *