Ratusan masyarakat saksikan pertandingan final sepak bola Papua VS Aceh di Videotron

oleh -49 views
Ratusan masyarakat saat menyaksikan pertandingan sepak bola Papua VS Aceh difinal PON XX Papua. (Foto. Tinus)

Kilaspapua, Sentani- Pertandingan final sepak bola PON XX Papua yang mempertemukan tuan rumah, Papua dengan Aceh yang digelar di Stadion Mandala Jayapura ternyata menyulut antusias masyarakat, alhasil bagi masyarakat yang tak bisa menonton langsung harus rela menyaksikannya melalui videotron yang tersedia.

Seperti di Videotron yang berada didepan Stadion Utama Lukas Enembe,(Sule) Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur. Ratusan masyarakat memasang mata disana, sehingga menyebabkan kemacetan yang sangat parah.

Demi menyaksikan tim kebanggaannya, maka sebagian besar orang duduk di jalan raya, dan di sepanjang trotoar, layaknya seperti duduk dirimu.

Pertandingan yang berakhir dengan skor 2-0, yang dimenangi oleh skuat tim sepak bola putra Papua itu memberikan suatu kesan tersendiri bagi salah satu pendukung setia tim sepak bola putra Papua yang enggan tidak menyebutkan namanya.

Ia mengaku, sangat kesal lantaran partai final seharusnya digelar di Stadion Utama Lukas Enembe tapi malah di Stadion Mandala Jayapura.

Katanya, Papua ini sangat kental dengan sepak bola sehingga tentunya pertandingannya sangat seru untuk orang Papua, apalagi partai final.

Oleh karena itulah, seharusnya pertandingan dilaksanakan di Stadion Utama Lukas Enembe boleh, supaya masyarakat Papua bisa menyaksikan secara baik tanpa harus berdiri dan duduk di jalan raya seperti saat ini.

“Seharusnya Stadion Utama ini difungsikan untuk partai final boleh, karena tempatnya  baik dan tentunya mampu menampung banyak suporter dari masing-masing pendukung, sehingga secara tidak langsung ada kepuasan tersendiri dari masing-masing pendukung, karena telah meyakinkan langsung dengan mata kepalanya sendiri,” ucapnya.

Lanjutnya, sangat disayangkan karena Stadion semegah ini tidak difungsikan pada iven nasional ini. Sehingga bisa dibilang pembangunan Stadion ini hanya merugikan uang negara saja. Karena tidak difungsikan untuk bertanding, melainkan hanya difungsikan untuk opening seremoni dan closing seremoni PON Papua.

Ia berharap, hal ini bisa menjadi bahan evaluasi bagi PB PON. Agar kedepannya tidak menimbulkan kecemburuan sosial antara masyarakat dan pemerintah,” harapnya.(Tinus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *